Apa Konsekuensi dari Menolak Khilafah?

Share the idea

Ali bin Abdul-Raziq. Ketika para ulama berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan eksistensi Khilafah pasca keruntuhannya, ia justru menjadi ulama pertama yang menentang Khilafah melalui bukunya yang berjudul, “Islam dan Dasar-Dasar Pemerintahan”.

Akibatnya, ijazahnya sebagai alumni Universitas Al-Azhar Kairo dicabut. Ia pun dilarang bekerja sebagai hakim, bahkan dikeluarkan dari jajaran ulama.

Pernah ada masanya, ketika ulama menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan Khilafah. Semua sepakat bahwa Khilafah adalah ajaran Islam. Tak ada yang menolaknya, kecuali ia akan dianggap sebagai khawarij, sesat, dan dikeluarkan dari jajaran ulama. Sangat berbanding terbalik dengan kondisi umat Islam hari ini.

Padahal, kita meyakini agama yang sama. Lantas, bagaimana mungkin keadaan tersebut bisa berubah?

Jika dahulu pihak yang menolak Khilafah dikeluarkan dari jajaran ulama, digolongkan sebagai khawarij, dan dianggap sesat, lantas pihak yang hari ini menolak Khilafah digolongkan sebagai apa?

Mungkin kita lupa, bahwa umat Islam hanya menjadi bangsa terbesar ketika menegakkan Khilafah.

Mungkin kita lupa, Khilafah adalah sistem terbaik yang pernah dikenal manusia.

Dan mungkin kita juga lupa, bahwa meskipun hidup dalam masyarakat yang heterogen, hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi Rasulullah untuk menerapkan Syariat Islam.

Share the idea

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *