Bagaimana Strategi Menaklukkan Madinah? Review Buku: “Misi Rahasia Mush’ab bin Umair”

Share the idea

Penulis : Rina Andyta Deviningrum

Siapa yang tak mengenal Mush’ab Bin Umair? Beliau adalah sahabat Rasulullah yang terkenal sebagai duta Islam pertama. Melalui perantaranya, mayoritas penduduk Yastrib (Madinah) masuk Islam.

Berasal dari bani Abdud-dar yang memiliki peran penting di Mekah sebagai Rifadah (penyedia perbekalan manakanan para jama’ah haji), Hijabah (pemelihara serta melindungi Ka’bah dan kunci-kuncinya), Siqayah (penyedia kebutuhan air minum) dan Liwa (pembawa bendera perang), pemuda tampan dan mapan yang merelakan dunianya untuk Islam ini telah terbiasa membawa panji perang dalam setiap pertempuran. Itulah mengapa Rasulullah mengamanahkan ar rayah kepada Mush’ab dalam perang badar dan perang uhud.

Mush’ab bukanlah tipe pemuda dengan karakter layaknya Khalid bin Walid atau Umar bin Khattab yang memiliki kelebihan dalam kekuatan fisik, suka bertarung dan berperang. Namun, Mush’ab lebih tertarik tentang bagaimana menaklukkan lawan menggunakan taktik strategi diplomasi dan negosiasi.

Kemampuan sebagai negosiator dan diplomator handal ini telah diasah bahkan sebelum dirinya masuk Islam, melalui keterlibatannya dalam berbagai kegiatan dan pertemuan-pertemuan penting yang dilakukan oleh para pembesar Quraisy.

Itulah mengapa Rasulullah mengutus pemuda yang cerdas ini untuk berdakwah ke Madinah. Berbekal strategi dakwah yang Rasulullah ajarkan, ia berdakwah dengan cara :

  1. Dakwah Fikriyah (Dakwah secara pemikiran)

Bangkitnya manusia, adalah tergantung pada pemikirannya. Maka, jika ingin mengubah manusia, ubahlah pemikirannya. Sebab, pemikiranlah yang membentuk dan memperkuat persepsi manusia terhadap segala sesuatu.

  1. Dakwah Siyasah (Dakwah secara politik)

Dalam Islam, politik didefinisikan sebagai aktivitas untuk mengatur urusan umat, baik dalam maupun luar negeri. Mush’ab bin Umair pun berpolitik selayaknya Rasulullah juga berpolitik.

Sebagaimana ketika Rasulullah mendakwahi para pemuka Quraisy, Mush’ab juga dengan segera menemui para pemimpin tertinggi dari dua suku utama yang menguasai pemerintahan di Yastrib dan mengontaknya. Mereka adalah Sa’ad bin Mu’adz dan Usaid bin Khudair dari suku ‘Aus, serta juga Sa’ad bin Ubadah dari suku Khazraj.

  1. Dakwah Ghair Unfiyah (Dakwah Tanpa Kekerasan)

Selain mendakwahkan Islam secara pemikiran dan secara politik, dakwah di tahap ini juga dilakukan tanpa kekuatan fisik seperti menggunakan pedang atau perang untuk mengajak penduduk Yastrib menerima dan memeluk Islam.

Selain strategi dakwah yang dijalankan Mush’ab, Ia pun mengemban misi politik rahasia dari Rasulullah, yaitu

  1. Tujuan diutusnya Mush’ab adalah agar aktivitas dakwah semakin berkembang, tidak hanya terfokus dan tidak terhenti di kota Mekah saja.
  2. Mush’ab juga ditugaskan untuk mengetahui secara langsung dan lebih dekat tentang masyarakat Yastrib dalam rangka mengetahui bagaimana perasaan dan penerimaan mereka terhadap Islam.
  3. Melakukan pembinaan intensif terhadap penduduk Yastrib.
  4. Untuk mencari Nushrah atau pertolongan karena dakwah Rasulullah di Mekah mengalami pertentangan

Jadi, misi yang diemban Mush’ab adalah menyiapkan Madinah sebagai Daulah Islam. Hal ini disebabkan, karena agama tidak dapat tegak tanpa adanya negara sebagai institusi pelaksana seluruh hukum Islam. Maka, sudah selayaknya generasi muda Islam mempelajari dan mencontoh Mush’ab bin Umair, yang mampu menaklukkan Yastrib hanya dalam kurun waktu 1 tahun saja! MasyaAllaah.

Para “Agent of Allah” harus mampu memasuki semua lini kehidupan lalu menjadikannya lahan perjuangan untuk mendakwahkan Islam. Seluruh dunia adalah tempat yang layak untuk dakwah, dan seluruh lini kehidupan berpotensi melahirkan individu-individu yang siap menerima dan mengemban dakwah islam.

Buku ini membuat jatuh cinta kepada siapa saja yang membacanya, karena kita diajak mengenal lebih dalam sisi kehidupan sahabat Rasulullah yang luar biasa ini. Bagaimana strategi yang dibungkus secara apik, bisa menjadi modal untuk para pengemban dakwah khususnya para pemuda agar dakwah yang disampaikan lebih strategis dan tepat sasaran. Wallahu a’lam.[]

Sumber:

Judul Buku: Misi Rahasia Mush’ab bin Umair : Menelisik Sisi Politis dan Strategi Dakwah Sang Diplomat Pertama Umat Islam

Penulis: Arifin Alfatih

Penerbit: Al Azhar Fresh Zone Publishing

Cetakan: 2018/ 194 halaman

Share the idea

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *