Empat Tips Memulai Kebiasaan Membaca

Share the idea

Jika seseorang yang dapat membaca tidak menggunakan kemampuannya untuk membaca, lantas apa bedanya ia dengan seorang buta huruf?”

TENTUKAN PASSION DAN VISI HIDUP

Agar memiliki nilai tambah, manusia perlu spesialisasi. Dan tentu saja, hal tersebut ditentukan oleh kesukaan dan visi yang ingin dicapai dalam hidup.

Maka, pilih dan bacalah buku-buku yang BERKAITAN dengan kehidupan kita.

Memulai membaca buku agar menjadi kebiasaan, bukan berarti memaksa kita harus membaca segalanya. Pilihlah topik yang menarik dan gali informasi yang ingin didalami, cari bukunya dan mulailah membaca.

Hal ini memang tidak otomatis membuat kita langsung gemar membaca. Namun pada akhirnya, mindset kita atas membaca bisa berubah. Membaca bukan lagi sekedar proses bersantai pengantar tidur, atau tuntutan PR sekolah, tugas kuliah, atau proyek kantor. Membaca menjadi sebuah kebutuhan dan bersikap pro aktif untuk senantiasa melakukan pencarian ilmu karena besarnya rasa keingintahuan kita.

MELUANGKAN WAKTU

Setiap orang punya waktu 24 jam dalam sehari untuk digunakan secara tepat dan efisien. Jika Barat berprinsip bahwa “Time is money!”, maka seorang muslim selayaknya berprinsip, “Al-Waqtu al-Hayat!” (waktu adalah hidup).

Ingat! Konsentrasi dalam membaca harus dilatih dengan cara MELUANGKAN waktu untuk membaca, bukan membaca di waktu luang.

Bahkan, Islam sangat serius membina manusia untuk menghargai waktu (sebagaimana yang diabadikan dalam Q.S al-Áshr 1-3, sehingga manusia akan merugi dalam mengelola waktunya, kecuali 1) orang-orang yang beriman kepada Allah, 2) beramal sholeh, serta 3) saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran.

So, why do not try invest 60-120 minutes every day to read a good book?

MENETAPKAN FOKUS

Syarat awal yang harus kita punya agar tetap fokus adalah meaningful goal atau tujuan yang mulia.Harus ada alasan besar yang mendasari kenapa kita melakukan sesuatu.

Sebagaimana kita makan, karena butuh. Menikah, karena butuh. Maka, membaca pun karena butuh.

Sulit fokus memang seringkali menjadi musuh selama membaca. Ini bukan hanya berlaku dalam kegiatan kecil yang mengalihkan fokus (seperti sering mengecek social media ketika membaca), namun yang lebih berbahaya adalah ketika fokus teralihkan oleh kegiatan yang lebih besar dan menyita lebih banyak waktu, yang bahkan bukan prioritas.

Maka, tetapkanlah tujuan besar kita dalam membaca, sehingga berbagai DISTRAKSI yang menyebabkan kita gagal fokus dapat dijauhkan. Hasilnya, kita tak lagi menjadikan aktivitas membaca sebagai sebuah beban.

MENYIAPKAN “KONDISI FLOW”

Dalam buku yang berjudul Flow: The Psychology of Optimal Experience, Mihaly Csikszentmihalyi menggambarkan kondisi flow sebagai kondisi dimana orang berada pada konsentrasi penuh terhadap apa yang sedang ia kerjakan serta dilakukan dengan penuh rasa meyenangkan.

Perlu diingat, bahwa membaca adalah keterampilan. Setiap orang memiliki level skill membaca yang berbeda-beda. Tingkat kesulitan berbagai buku dan tulisan pun beragam.

Untuk menjadikan aktivitas membaca sebagai sesuatu yang mengasyikkan, kita perlu mencari bacaan yang tingkat kesulitannya pas dengan diri kita. Mulailah dari bacaan yang ringan. Tidak perlu merasa tertekan untuk membaca buku yang semua orang baca, apalagi mencoba membaca hanya supaya terlihat pintar.

Semua butuh proses. Pelan-pelan, skill dan kebiasaan kita dalam membaca akan naik level, sehingga kita dapat “memakan” berbagai bacaan berat dengan lebih menyenangkan dan tanpa beban.[]

Share the idea

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *