Galeri Resolusi Jihad Yang Terlupakan

Share the idea
Indonesia, komoditas seksi yang diperebutkan. Dengan dalih mengusir tentara Jepang, Inggris yang mengatasnamakan Sekutu tiba di Surabaya pada 25 Oktober 1945 sembari membonceng Belanda. Sumber gambar: m.pulsk.com
Islam harga mati. Tak akan ada 10 November tanpa peristiwa 22 Oktober 1945. Perwakilan alim ulama
se-Jawa dan Madura berkumpul untuk menghasilkan Resolusi Jihad sebagai bahan bakar utama perjuangan umat. Sumber gambar: muslimmoderat.com
Lasjkar Hisboellah (tentara/golongan Allah) dan Bendera Bulan Sabit. Cibarusa, 1945. Bersama dengan Sabilillah, kedua laskar tersebut digunakan sebagai salah dua wadah jihad melawan penjajah secara terorganisir. Sumber gambar: historia.id
Headline koran “Kedaulatan Rakjat”. 8 November 1945. Hari sebelumnya, seluruh elemen umat berkumpul dalam Kongres Umat Islam dengan keputusan menjadikan Masyumi sebagai satu-satunya partai politik umat Islam, menegaskan Resolusi Jihad sebagai spirit perjuangan, dan dibentuknya Laskar Sabilillah. Sumber gambar: m.medcom.id
Aerial view ketika Surabaya dibombardir sekutu. 10 November 1945 menjadi tanggal serangan besar-besaran Inggris dengan teknologi militer nan canggih dan jumlah pasukan terbesar yang dikerahkan pasca Perang Dunia ke-2. Hanya untuk Indonesia. Sumber gambar: historia.id
Inggris turut menyertakan tentara India. Pekikan takbir yang menggema selama pertempuran, membuat militer muslim India galau, karena harus berperang dengan sesama muslim. Sekitar 600 tentara membelot dan bergabung dengan Republik, meski berisiko mendapat hukuman mati. Sumber gambar: Imperial War Museum
Bung Tomo bersiap menyampaikan orasi melalui siaran radio. Usianya baru menginjak 25 tahun ketika menjadi pemimpin Barisan Pemberontakan Rakyat dengan pidatonya yang berhasil membakar semangat pertempuran Surabaya.
Sumber gambar: goodnewsfromindonesia
Sudirman dan Sukarno saling berpelukan pasca pengunduran diri sang Panglima Besar. Yogyakarta, 10 Juli 1949. Pertempuran dahsyat pasca proklamasi tidak hanya terjadi di sekitar Surabaya, namun juga di berbagai daerah lain. Termasuk di Ambarawa
(20 Oktober – 15 Desember 1945). Presiden Soeharto meresmikan monumen sang Jenderal di Yos Sudarso pada Hari Pahlawan, 1970.
Sumber gambar: historia.id
Bonus: Pin Laskar Hizbullah. Merah putih berbalut kalimat tauhid
Share the idea

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *