Menyambut Kemenangan Islam

Share the idea

Sebuah hal yang bagi kita adalah sebuah dongeng. Namun menjadi sebuah kenyataan di tangan orang-orang yang percaya akan janji Allah.

Bagi seorang muslim, tidak masalah berapa lama mereka harus berjuang, tidak ada masalah berapa banyak yang harus mereka keluarkan. Karena permasalahannya bukan terletak pada berapa banyak dan berapa lama mereka berjuang, tapi seberapa besar mereka percaya pada keyakinannya atas bisyarah Rasulullah Muhammad

Bisyarah yang diyakini oleh kaum muslimin, diperjuangkan 54 hari perang, 825 tahun penantian, semenjak keluar dari lisan Rasulullah Muhammad,

لَتُفتَحنَّ القُسطنطينيةُ ولنِعمَ الأميرُ أميرُها ولنعم الجيشُ ذلك الجيشُ,

Saat itu tidak ada satu pun muslim yang berhenti percaya bahwa mereka akan menaklukkan konstantinopel.

Hari demi hari, tahun demi tahun, generasi berganti generasi. Mereka selalu menyetorkan darah mereka, harta mereka, menuju sebuah kota yang dijanjikan, hanya karena ada satu jaminan dari Rasulullah bahwa itu akan takluk di tangan mereka.

Mereka berebut akan kemuliaan itu, mereka menginginkan menjadi bagian daripada kemuliaan itu.

Maka bagi kaum muslimin, konstantinopel tidak takluk pada 1453. Tapi bagi kaum muslimin, sejatinya konstantinopel telah takluk ketika Rasulullah berucap

لَتُفتَحنَّ القُسطنطينيةُ

Maka bagi kaum musimin, tidak peduli berapa banyak orang mengatakan tidak bisa. Mereka tidak peduli, berapa banyak orang mengatakan tidak. Apabila Rasulullah berkata iya, it’s enough! Itu cukup!!

Dan ini ada di depan mata kita. Bisyarah Rasulullah telah memotivasi, telah menginspirasi seorang Muhammad Al Fatih menaklukkan Konstantinopel. Pada saat itu, usianya belum 21 tahun. Maka bisyarah Rasul yang sama kepada kita,

Rasul menjanjikan tegaknya Islam kembali,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ

Sebuah janji Rasulullah, yang sekarang disajikan kepada kita. Tidak peduli berapa lama kita berjuang, tidak peduli berapa banyak yang kita keluarkan. Jika Allah mau, Allah akan mengganti orang-orang yang lebih baik daripada kita, Allah akan ganti kita dengan orang-orang yang lebih banyak berinfak di jalan Allah. Allah akan ganti kita dengan orang-orang yang lebih mencintai Allah, dan Allah pun lebih mencintai mereka.

Pertanyaan kita sekarang, “apakah kita tidak mau mendapatkan kemuliaan ini???”

Sekarang di depan mata kita, kebangkitan Islam yang kedua, kebangkitan Islam yang terakhir. Dan tiada ada kemuliaan yang lebih besar daripada bisyarah akhir zaman.”

Maka, sanggupkah kita memperjuangkan Islam??

Orasi Ust. Felix Siauw dalam MEF

(Muslim Entrepreneur Forum)

2012

Share the idea

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *