Pengakuan Bandit Ekonomi Amerika Tentang “Penjajahan” IMF

Share the idea

Tujuan Utama IMF

John Perkins merupakan salah satu bandit ekonomi Amerika, dengan salah satu negara yang dijadikan targetnya ialah Indonesia. Di dalam bukunya “The Secret History of The American Empire: Economic Hit Men, Jackals, and The Truth About Global Corruption – buku dalam bahasa Indonesia dengan judul: “Pengakuan Bandit Ekonomi John Perkins: Kelanjutan Kisah Petualangannya di Indonesia & Negara Dunia Ketiga”, ia mengungkapkan: “Bencana ini (yaitu krisis IMF atas ambruknya ekonomi Asia pada tahun 1997, yang menyebabkan krisis moneter di Indonesia) bermula di Asia, tempat program itu memengaruhi ratusan juta orang dan mengakibatkan ribuan – mungkin jutaan – nyawa melayang karena penyakit, kelaparan, dan bunuh diri, dan kemudian menyebar hingga ke seluruh dunia.” “Bagi mereka yang mau mendengar, krisis ini mengirimkan sebuah pesan kuat bahwa niat sejati IMF dan Bank Dunia bukanlah mengelola perekonomian, melainkan lebih untuk memperkaya korporatokrasi dengan mengorbankan orang lain.”

Cara IMF Mempromosikan Kebijakannya

“Pertumbuhan ekonomi (yang diukur GDP) rata-rata hampir 9 persen setiap tahunnya pada 1990-an hingga 1997 – sangat mengesankan.” “Para ekonom di Bank Dunia, IMF, firma konsultan, dan lembaga akademis memanfaatkan data statistik ini untuk menyatakan bahwa kebijakan pembangunan yang kami, para bandit ekonomi, promosikan terbukti sukses.” Ungkapan pujian seperti ini tentu akan mencitrakan, bahwa IMF betul-betul lembaga yang membantu perekonomian negara lain. Padahal, kenyataan yang terjadi ialah sebaliknya.

Strategi IMF Mengikat Negara Dengan Hutang

Lebih lanjut, John Perkins mengungkapkan: “Bukan kebetulan jika Indonesia setuju dengan kebijakan yang begitu membebani rakyatnya. Hutang menggunung yang didatangkan untuk menimbun kekayaan elit negara itu membuatnya tidak mempunyai pilihan lagi.” “Sudah jelas kami membebani hutang yang jumlahnya begitu mencengangkan hingga negara ini tidak mampu melunasi. Maka, Indonesia dipaksa menebus hutang dengan memuaskan hasrat korporasi kami. Dengan begitu, tujuan kami, para bandit ekonomi, tercapai.”

Sumber:

John Perkins. 2007. Pengakuan Bandit Ekonomi: Kelanjutan Kisah Petualangannya di Indonesia & Negara Dunia Ketiga. Ufuk Press. Jakarta

Gambar: https://i.ytimg.com/vi/btF6nKHo2i0/maxresdefault.jpg

Share the idea

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *