Seberapa Penting Sektor Pendidikan Terhadap Eksistensi Sebuah Negara?

Share the idea

Bangsa mana pun, yang rakyatnya meyakini suatu ide, pasti juga menginginkan generasi masa depan mereka mengadopsi ide-ide tersebut agar tetap lestari. Ide yang menghasilkan budaya inilah yang akan menentukan peradaban, tujuan hidup, dan cara hidup suatu bangsa. Masyarakat kemudian diikat menjadi satu bangsa berdasarkan budaya itu. Dan budaya itulah yang menjadi pembeda antara satu bangsa dengan bangsa yang lain. Hal ini, tentu juga berlaku untuk umat Islam.

Budaya yang dimaksud, merupakan aqidah dan apa yang memancar dari aqidah, yaitu aturan-aturan, solusi dan sistem; dan apa yang didasarkan pada aqidah, seperti ilmu pengetahuan dan sejarah yang terkait dengan budaya ini. Jika budaya ini hilang, hal tersebut justru menjatuhkan kedudukan umat sebagai umat yang terhormat; tujuan umat dan cara hidupnya akan diubah dan dia akan dibiarkan mengikuti budaya bangsa-bangsa lain.

Budaya bangsa mana pun akan berpengaruh dalam pembentukan kepribadian bangsanya. Budaya tersebut akan mempengaruhi cara mereka memandang dan menilai suatu masalah. Juga akan membentuk keinginan dan kecenderungan yang muncul dalam diri mereka. Akibatnya, hal itu akan mempengaruhi terbentuknya aqliyah (pola pikir) dan nafsiyah (pola perilaku). Karena itu, melestarikan budaya umat dan menyebarkannya di masyarakat adalah salah satu tanggung jawab utama negara.

Sistem pendidikan adalah cara untuk melestarikan budaya ini di dalam hati dan pikiran umat. Ini berlaku untuk negara mana pun. Jenis pendidikan ini mesti berjalan sesuai dengan sistem dan undang-undang yang diadopsi oleh negara dan negara bertanggung jawab untuk memastikan keberlangsungan fungsi sistem pendidikan ini melalui usaha-usaha dalam hal administrasi, pengembangan dan pemeliharaan kurikulum, pendayagunaan guru, metode penyampaian mata pelajaran, dll.

Ancaman yang dihadapi akibat usaha memunculkan kembali budaya ini bukanlah ancaman yang dapat dibiarkan. Dengan maraknya umat Islam yang meraih kembali pemahaman dan kepatuhannya terhadap budaya Islam, dunia Barat telah menyadari bahwa satu-satunya cara untuk mencegah umat Islam dari usaha mendirikan kembali Khilafah adalah dengan mengalihkan mereka dari budayanya. Dengan melibatkan umat Islam dalam sistem pendidikan yang mereka buat, mengajarkan ilmu kewarganegaraan (citizenship) dan cara hidup yang liberal. Sekularisme diterapkan dalam sektor pendidikan, kegiatan dan pelajaran keagamaan pun dikerdilkan. Walhasil, terbentuklah pemikiran pada diri umat Islam. Bahwa Islam secara praktik dan pemikiran adalah sesuatu yang ekstrim, radikal, dan tidak dapat diterima di masa modern seperti ini.

Yang perlu diperjelas adalah sistem pendidikan negara mana pun bergantung pada pemerintahnya untuk memastikan sistem tersebut berfungsi penuh. Untuk memastikan sistem pendidikan berfungsi untuk melindungi ide-ide dan menyebarkannya ke generasi mendatang, diperlukan suatu peraturan dan tata kelola. Uni Soviet menggunakan sistem pendidikannya untuk memastikan tidak ada ide asing menyusup ke hati dan pikiran rakyatnya. Negara-negara kapitalis melakukan hal yang sama. Prinsip-prinsip sistem pendidikan di bawah Khilafah juga tidak berbeda.

Maka, mengharapkan implementasi kebijakan dan pedoman pendidikan yang berbasis Islam dalam realitas kita saat ini yang hidup dalam sistem sekularistik, tentu suatu kenaifan yang teramat sangat.

Islam dan Pendidikan: Dulu dan Sekarang

Urgensi atas berkembangnya sektor pendidikan tentu tak dapat ditopang hanya dengan peran individu dan masyarakat, namun juga wajib didukung oleh negara. Secara historis, keunggulan sektor pendidikan tersebut telah dibuktikan sepanjang berlangsungnya peradaban Islam, yang berhasil berkontribusi besar bagi perkembangan sains dan teknologi dunia. Khilafah Bani Abbasiyah-lah yang pertama kali memformalkan aktivitas pendidikan di dunia Islam yang menggerakkan apa yang kita kenal sebagai zaman keemasan Islam.

Para Khalifah memberikan dukungan kepada pada saintis. Budaya belajar mengajar berkembang dan maju di tengah-tengah perbedaan kepercayaan, warna kulit, ras dan suku yang tidak pernah menjadi penghalang bagi seluruh warga negara Khilafah yang ingin belajar.

Masjid berfungsi sebagai lembaga pendidikan yang fundamental bagi Khilafah. Namun, seiring meningkatnya minat masyarakat untuk menuntut ilmu, maka muncullah Madrasah, sebagai cikal bakal perguruan tinggi modern yang kita nikmati saat ini. Sebelum periode ini, pendidikan diajarkan di masjid secara informal. Pada tahap awal ini, orang-orang yang ingin mencari ilmu berkumpul di sekitar ulama yang telah diketahui reputasi dan derajat keilmuannya, dan sering dikenal dengan sebutan Syekh. Para Syekh ini mengadakan sesi pengajaran tsaqafah Islam secara regular, yang disebut majalis.

Dengan terciptanya Madrasah, maka diikuti dengan munculnya Jamiah (universitas). Guinness Book of World Records mengakui Universitas Al-Karaouine (Jami’at al-Qarawiyyin) di Fez, Maroko sebagai universitas tertua di dunia yang didirikan pada 859 Masehi.

Begitu juga Universitas Al-Azhar, yang didirikan di Kairo, Mesir pada abad ke-10. Universitas ini menawarkan berbagai gelar akademik, termasuk gelar pascasarjana, dan merupakan universitas pertama dengan program lengkap di setiap tingkatan.

Bentuk pendidikan Islam, pada akhirnya ditiru oleh orang-orang Eropa – yang banyak kesamaannya berdiri sampai hari ini – misalnya istilah Chair (Professor, di Jerman dan negara-negara persemakmuran Inggris) dan Chaired Professor (di Amerika Serikat) yang menunjukkan kedudukan akademik seseorang  di sebuah universitas, diambil dari kata Kursiyy (kursi) dari bahasa Arab, sebagai tempat ‘alim (guru) duduk dan mengajar murid-muridnya.

Istilah Doktor (doctorate) dalam Pendidikan modern yang berasal dari bahasa Latin doctoratus, diartikan sebagai “lisensi untuk mengajar” dan telah berkembang jauh sebelum itu ditransmisikan ke Eropa, merupakan terjemahan langsung dari bahasa Arab Ijazatuttadris (kebolehan untuk mengajarkan). Izin untuk mengajar diberikan oleh ‘alim, kepada orang yang telah belajar dengan ‘alim setelah ia menyelesaikan suatu permasalahan dengan mengeluarkan fatwa, kemudian mempertahankannya di depan dewan ‘alim.

Bahkan upacara kelulusan pada Pendidikan modern menyerupai upacara yang dilakukan dalam dunia Islam. Jubah wisuda yang dikenakan hari ini, disebut Jubba al faqih, dan diberikan ketika seorang ‘alim menerima ijazahnya.

Khilafah juga menciptakan rumah sakit umum pertama (yang menggantikan healing temple dan sleep temple), rumah sakit jiwa, perpustakaan untuk umum yang melayani peminjaman buku, universitas pemberi gelar akademik, dan observatorium astronomi sebagai lembaga penelitian milik negara (sebagai lawan dari observatorium pengamatan milik privat seperti yang terjadi di zaman kuno).

Universitas yang pertama kali mengeluarkan sertifikat adalah Bimaristan, institusi setara rumah sakit dan sekaligus universitas bidang kedokteran, dimana sertifikat kedokteran dikeluarkan kepada mahasiswa yang sudah terkualifikasi mempraktikkan ilmu kedokteran. Hal ini berlaku semenjak abad kesembilan.

Sir John Bagot Glubb (Perwira Inggris) menuliskan, “Pada masa Khalifah Al Ma’mun, sekolah kedokteran sangat aktif di Baghdad. Rumah sakit umum gratis pertama dibuka di Baghdad pada masa kekuasaan Khalifah Harun Ar Rasyid. Seiring dengan perkembangan sistem, para dokter dan ahli bedah yang ditunjuk untuk memberikan pengajaran kepada mahasiswa kedokteran mengeluarkan seritifikat kepada mahasiswa yang dianggap memenuhi kualifikasi untuk melakukan praktek kedokteran. Rumah sakit pertama di Mesir dibuka pada tahun 872 AD dan banyak Rumah sakit umum bermunculan di seluruh penjuru Spanyol dan Persia bagian barat.”

Madrasah juga berperan sebagai sekolah hukum pertama, dan banyak yang menyebutkan bahwa konsep Inns of Court, sebagai sekolah hukum bagi pengacara diperkirakan bersumber dari konsep Madrasah yang mengajarkan hukum dan yurisprudensi Islam.[]

Sumber:

Lopa Hussain & Adnan Khan. 2009. Policy Paper: The Khilafah Education’s Policy.

Share the idea

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *