Menguak Bukti Loyalitas Muslimin Jawi untuk Khilafah ‘Utsmaniyyah

Share the idea

Sebagian besar dari kita, mungkin bingung sembari mengernyitkan dahi ketika melihat buku ke-2 KLI yang diberi judul, “Dafatir Sulthaniyah”?

Secara strategi marketing, judul buku ini memang membingungkan. Berbeda dengan buku pertama, yakni “Khilafah dan Ketakutan Penjajah Belanda” yang judulnya sangat jelas, buku ke-2 ini judulnya tidak familiar dan asing.

Namun, beginilah cara KLI “mengabadikan” istilah yang diungkap oleh Sultan ‘Ala’uddin Manshur Syah, penguasa Aceh di pertengahan abad ke-19 yang mengirimkan surat berbahasa Arab kepada Sultan Abdul Majid I nun jauh di Istanbul sana. Dalam suratnya, beliau menyampaikan,

“Wa dzaalika matsbuutan fiid-Dafaatiras-Sulthaaniyah” (“Dan sejarah yang demikian telah tercantum dalam Arsip Kesultanan.”)

Surat Sultan ‘Ala’uddin Manshur Syah kepada sang Khalifah yang akan ditampilkan secara utuh dalam buku “Dafatir Sulthaniyah”.

Istilah “DafatirSulthaniyah” itu digunakan sang sultanuntuk merujuk kepada “Arsip Kesultanan” yang pernah dimiliki negaranya. Menurut penuturannya – sebagaimana yang akan kita saksikan dalam buku “Dafatir Sulthaniyah”, Arsip Kesultanan milik Aceh mencatat akurat bagaimana awal mula pendiri-pendiri kesultanannya menghaturkan janji setia untuk taat (bai’at taat) kepada Khalifah Selim II di abad ke-16.

Koja Sinan Paşa, utusan Khalifah Selim II yang
datang ke Aceh.

Sebagaimana spoiler buku Dafatir yang ditunjukkan di bawah, gambarnya akan muncul dalam mewahnya buku
ke-2 KLI yang full color.

Bahkan tidak hanya para sultan yang ada di Aceh; sultan-sultan, kaum ulama, hulubalang, jawara, sampai rakyat jelata sekepulauan Jawi pun pernah menulis suratnya kepada Khilafah ‘Utsmaniyyah, dengan pernyataan bai’at melalui tulisan (al-bay’ah bi’l-kitabah).

Cakupannya juga luas, melampaui garis teritorial ciptaan penjajah Eropa; sehingga loyalitas kepada Khilafah ‘Utsmaniyyah bisa kita temui di wilayah yang hari ini dikenal sebagai Malaysia, Indonesia, Brunei, Thailand, bahkan Filipina. Fakta sejarah ini sekaligus menjawab kalangan yang justru meragu-ragukan adanya jejak Khilafah di Kepulauan Jawi alias Asia Tenggara.

Jadi, sudah puas sama spoiler bukunya? Belum?? Mari lanjutkan.

Dafatir Sulthaniyah ini dirancang mewah, namun tidak berat. Full color dengan kertas HVS 80 gr, lengkap dengan gambar-gambar pendukung, serta soft cover berisi 158 halaman yang bisa dihabiskan hanya dalam beberapa kali duduk.

Hal paling penting dari semua ini adalah, buku ini mengandung arsip pilihan yang mampu membuat kita tercengang, mengernyitkan dahi, dan menarik napas panjang. Sebab, sebagaimana sub judulnya, ia menguak bukti loyalitas muslimin Jawi kepada Khilafah ‘Utsmaniyyah, yang mayoritasnya diungkap melalui surat – sebagai alat komunikasi utama kepada para penguasa saat itu.[]

Untuk pemesanan, klik http://linktr.ee/kli.books
Share the idea

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.