Sejarah

Kepak Sayap Para Pemimpin Komunisme

Share the idea
“Rakyat membutuhkan perdamaian. Rakyat membutuhkan tanah, dan pemerintah memberimu perang dan kelaparan. Kita harus berjuang untuk Revolusi Komunis…!”

Seru Lenin sembari membuka lembaran awal sosialisme yang penuh hipokrit. Vladimir Ilyich Ulyanov (Lenin) bersantai bersama istrinya, Nadezhda Krupskaya yang juga seorang revolusioner. Lenin adalah ateis dengan latar belakang Yahudi yang kental dan rutin memberi hadiah saat perayaan natal.

Sumber gambar: respublicamag.com
Joseph Stalin dan Leon Trotsky, sahabat sejoli yang saling mencintai. Sumber gambar: respublicamag.com
Sebat santuy Ernesto “Che” Guevara.

Sepanjang Juli-Agustus 1959, ia bersama kameradnya melakukan field trip ke Indonesia, termasuk Candi Borobudur. Pada 2008, Kuba merilis dua prangko bergambar Sukarno. Satu bersama Che Guevara, dan yang lain bersama Fidel Castro.

Sumber gambar: respublicamag.com dan Lama FB Jurnal Arah Kiri
Pol Pot. Meski ancaman kematian datang bergiliran, layaknya Abu Janda, ia diizinkan untuk berumur panjang. Sumber gambar: mirror.co.uk
Kim Jong Un, the real sugar daddy yang dikelilingi ARMY garis kerasnya.

Duhai Kim yang kafir. Sungguh, nikmat Tuhan yang manakah yang engkau dustakan?

Sumber gambar: Vanity Fair
“Berikan kami sekelompok kaum revolusioner, dan kami akan menguasai seluruh Uni Soviet.”
– Vladimir Ilyich Ulyanov (Lenin), 1917

“Berikan aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Berikan aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”
– Koesno Sosrodihardjo Soekarno

Berbagi rasa dengan Bung Khrushchev. Bali, 1960.

Sumber gambar: twitter @mazzini_gsp



Kepak sayap kebhinnekaan. Mao Zedong. Ketua Partai Komunis Tiongkok.

Sumber gambar: deviantart.com
Jadi, berapa dosa jariyah
yang sudah dihasilkan Karl Marx?
Share the idea

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *