Kisah Pelajar Jawi dari Bogor yang Bersekolah di Istanbul

Share the idea

Pernah ga sih membayangkan ada pelajar dari negeri ini yang belajar di Istanbul di masa penjajahan Belanda? Tanpa adanya foto ini, memang sangat sulit.

Ini adalah foto dari dua pelajar Jawi dari Buitenzorg (Bogor) yang mendapat beasiswa untuk bersekolah di Istanbul dari Sultan Abdu Hamid II melalui perantara Mehmet Kamil Bey, konsul Utsmani di Batavia. Namanya adalah Ahmad Ba Junayd
dan Sa’id Ba Junayd.
Sumber gambar: Ottoman Imperial Archives

Setelah bersekolah di Istanbul, tentu saja mereka pulang ke Hindia-Belanda (Indonesia). Pertanyaannya, ke mana mereka?

Kisah mereka benar-benar tidak berhenti sampai di situ. Setelah dewasa, mereka berdua berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan dan bergabung bersama Tirto Adhie Soerjo dalam pendirian Sjarikat Dagang Islamijah (SDI).

Raden Mas Tirto Adhie Soerjo merupakan seorang yang lahir dari golongan priyayi di Blora dan pernah mengenyam pendidikan di STOVIA, yang menjadi salah satu pelopor pergerakan Islam “nasionalis” dan jurnalistik di Hindia-Belanda. Walaupun berlatar belakang pendidikan Barat, Tirto banyak mendapat pengaruh Islam dari gurunya, Ahmad Ba Junayd yang merupakan lulusan Istanbul.

Saat ini, sosok Raden Mas Tirto Adhie Soerjo menginspirasi media tirto.id

Kisah mereka belum berhenti. Detail akan hal tersebut dijelaskan dalam buku “Khilafah dan Ketakutan Penjajah Belanda” karya Nicko Pandawa, termasuk tentang relasi Khilafah dan pergerakan ‘nasional’ di Hindia-Belanda: hubungannya dengan SDI, SI, dan tentu saja PKI.

Share the idea

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *