Keterlibatan IMF Dalam Imperialisme Dunia

Share the idea

IMF Sebagai Alat Politik Internasional Amerika

Dilansir dari situs resmi IMF, disebutkan: “IMF mempromosikan kerjasama moneter internasional dan kestabilan kurs pertukaran, memfasilitasi pertumbuhan seimbang perdagangan internasional, dan menyediakan sumber-sumber penghasilan guna membantu anggota-anggota dalam penyeimbangan kesulitan-kesulitan pembayaran atau membantu dengan mengurangi kemiskinan.” Namun, sejak awal berdirinya, IMF bukanlah lembaga pemberi bantuan ekonomi seperti yang disebutkan.

IMF merupakan sarana politik internasional AS untuk ikut campur dalam berbagai urusan dalam negeri, menekan kebijakan ekonomi, dan pemaksaan kehendak AS dalam berbagai kebijakan negara lain. Salah satu contohnya ialah penggunaan IMF untuk menjatuhkan pemerintahan Soeharto ketika terjadi krisis moneter 1998. IMF memaksakan kebijakan mata uang mengambang (floating rate) dan tidak akan memberi Soeharto “bantuan hutang” jika tidak mau menerima kebijakan tersebut.

Hal ini diakui oleh Menteri Luar Negeri AS (kala itu), Warren Christopher dan Direktur IMF, Michael Camdesus. “Kami cukup pintar mendukung IMF, karena menggulingkan (Soeharto). Apakah itu cara yang bijaksana untuk dilakukan adalah pertanyaan lain,”. Ungkap Warren dalam laporannya. Bahkan, Camdessus dengan bangga berkata, “Kami menciptakan kondisi yang mengharuskan Presiden Soeharto untuk meninggalkan kekuasaannya.”

AS sangat gelisah bila negara yang diberinya kemerdakaan menolak mengambil hutang, seperti yang dilakukan Indonesia ketika pertama kali merdeka tahun 1945. Hal itu mendorong AS membuat berbagai kesulitan, guncangan, pemberontakan, dan kekacauan hingga akhirnya Indonesia “terpaksa” tunduk pada tahun 1958. Sejak saat itu, Indonesia diikat oleh AS dengan hutang dan bantuan.

Keterlibatan IMF dan World Bank Dalam “Menghabisi” Negara Korban Kebijakan Moneter Dunia

Joe Stiglitz, seorang Council of Economic Adviser selama masa Presiden Clinton dan menjabat kepada ahli ekonomi World Bank, mengungkapkan keterlibatan IMF dan World Bank dalam “mengakhiri” negara-negara korban polisi moneter dunia dengan meninggalkan:

  1. Suatu keadaan ekonomi yang hancur
  2. Suatu pemerintahan yang hancur
  3. Terkadang menimbulkan huru-hara

Siglitz memang seorang globalis, namun ia cukup jujur dan kecewa atas perilaku merusak IMF dan World Bank. Sebelum dipecat, ia mengambil setumpuk dokumen rahasia World Bank dan IMF, berisi 4 langkah yang diwajibkan IMF kepada negara-negara yang berhutang:

  1. Menandatangani 111 item perjanjian rahasia
  2. Negara tersebut setuju menjual aset-aset kunci negara (air, listrik, gas, telekomunikasi, dll)
  3. Negara penghutang setuju mengambil langkah-langkah ekonomi yang sebenarnya menghancurkan negara yang diliit IMF
  4. Negara membayar para politisi milyaran dolar kepada rekening-rekening Bank Swiss untuk melakukan transfer aset-aset tetap berbagai negara

Sumber:

Abdurrahman Al-Maliki. 2001. Politik Ekonomi Islam. Penerbit Al-Izzah. Bangil.

Jagad A. Purbawati. 2013. The New World Order: Konspirasi Global Para Penyembah Iblis Menaklukkan Dunia. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta.

https://www.imf.org/external/about/overview.htm. Diakses 10 Oktober 2018

Gambar: https://peoplesdispatch.org/wp-content/uploads/2019/07/imf-entrance.jpg

Share the idea