Apa bedanya kita dengan dukun yang komat-kamit baca mantra?

Share the idea

اِنَّصَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى الِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لاَ شَرِ يْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِنَ

“Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada satu pun sekutu bagi-Nya dan dengan semua itulah aku diperintahkan, dan aku termasuk dari golongan orang-orang muslim.”

Bukankah kita telah bersumpah, bahwa hidup dan mati hanyalah untuk Allah?

Dan bukankah kita telah bersumpah untuk tidak menyekutukan Allah dengan apapun?

Lantas, mengapa kita masih meragukan syariat yang telah Allah turunkan? Mengapa kita justru lebih meyakini dan menggunakan aturan hidup selain Islam?

5 kali dalam sehari

35 kali dalam seminggu

Tidakkah selama ini kita memahami makna dari ibadah yang kita lakukan?

Jika selama ini kita tidak memahami makna bacaan dan perbuatan kita ketika shalat, lantas apa bedanya kita dengan seorang dukun yang sedang komat-kamit baca mantra…?

Share the idea

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *