Jadi Ilmuwan Itu Untuk Apa?

Share the idea

Saat masih menengah pertama, seringkali kubertanya

Jadi ilmuwan itu untuk apa?

Tak luas pergaulannya, tiada waktu urusi cinta dan drama korea

Apa senangnya? Tak layak jadi cita-cita!

Saat masih SMA, seringkali kubertanya

Jadi ilmuwan itu untuk apa?

Meneliti zat kimia, berteori tentang fisika

Memangnya, dalam kehidupan sehari-hari ada gunanya?

Sungguh kegiatan yang percuma!

Saat masih mahasiswa, seringkali kubertanya

Jadi ilmuwan itu untuk apa?

Yang awam tak mengerti ucapannya

Yang berkuasa pun tak mendengar suaranya

Oleh negara, kaum cendekia tak ada harganya!

Saat berkeluarga, seringkali kubertanya

Jadi ilmuwan itu untuk apa?

Fardhu kifayah hukumnya, ilmu dunia belajarnya

Pekerjaannya tak membuat kaya, kegiatannya tak menambah taqwa

Semua itu menguatkan praduga,

Bahwa belajar angka tak membantu kita masuk Surga!

Jadi ilmuwan itu untuk apa?

Benar salah harus ada buktinya

Berpendapat harus sesuai logika

Sombongnya tiada tara, hingga tak percaya Tuhan dan agama

Maka dengan sangat terpaksa, kustempel dirinya dengan mosi tidak percaya!

Lebih baik kuyakini saja pendapat mereka

Yang berkata haramnya vaksin dan teori konspirasi genetika

Klaim sini dan sana,

Cukup untuk menjadikannya sebagai sarjana media dan WA

Hingga kusadar akhirnya,

Bahwa mereka ternyata bukan pakarnya!

Ternyata oh ternyata

Betapa pentingnya menyadari kapasitas dan bertanya pada ahlinya

Baik Cina atau Amerika

Fakta sains yang ditemukan akan selalu sama

Yang menjadikannya benar-benar berbeda,

Adalah bagaimana sikap kita dalam memanfaatkannya!

Beruntungnya, wabah corona tlah membuka mata kita

Bahwa berbagai firman dan sabda

Sejatinya mendorong manusia tuk terawang alam semesta

Beruntungnya, sejarah juga tlah menampar kita,

Bahwa peradaban Islam sejatinya tlah berhasil melahirkan ilmuwan sekaligus ulama!

Share the idea

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *