Simpati Utusan Khilafah ‘Utsmaniyyan atas Bencana Alam di Indonesia
BENCANA ALAM FENOMENAL
Ketika Gunung Krakatau meletus di Selat Sunda pada Agustus 1883, letusannya begitu luar biasa sehingga mengakibatkan tsunami yang menyapu habis seluruh pesisir Lampung dan Banten. Seorang pelukis Norwegia, Edvard Munch, bahkan mengekspresikan suramnya dunia dalam lukisannya, “The Scream”

RESPON UTUSAN KHALIFAH DARI ISTANBUL
Menurut Ali Galip Bey (konsul Khilafah ‘Utsmaniyyah pertama di Batavia), korban tsunami akibat letusan Krakatau mencapai angka 30 ribu jiwa.
Galip Bey juga melaporkan kepada Sultan Abdul Hamid II, bahwa ketika suasana sudah mereda, ia pergi ke Banten dan menemui warga yang selamat di sana.

Sebagaimana yang disampaikan dalam buku “Khilafah dan Ketakutan Penjajah Belanda”, Galip Bey dan segenap pejabat Khilafah berusaha memberi bantuan materil dan keagamaan sebaik mungkin. Ia pun meyakinkan masyarakat Banten bahwa Khilafah ‘Utsmaniyyah akan selalu bersama mereka.
Kaum Muslim di Hindia Timur yang tertekan dengan penjajahan Belanda melihat kehadiran konsul Khilafah ‘Utsmaniyyah sebagai kesempatan emas untuk mengubah nasib dengan cara mengubah kewarganegaraan mereka menjadi warga negara Khilafah.
Beberapa laporan menyebutkan jumlah kaum Muslim di Hindia-Belanda yang sangat berkeinginan untuk menjadi warga resmi Khilafah ‘Utsmaniyyah mencapai 35.000 orang. Ketika Jumat pertama di bulan Ramadhan tahun 1300 (1883) misalnya, selepas salat Jumat Ali Galip Bey didatangi beberapa jamaah dan memintanya untuk mengubah kewarganegaraan mereka menjadi warga negara ‘Utsmaniyyah.
Simak berbagai kisah lainnya dalam buku “Khilafah dan Ketakutan Penjajah Belanda”

