Percayalah. Janji Kemenangan Islam Itu, Pasti Akan Tiba! Review Buku “Kota Roma Menanti Anda”

Share the idea

Oleh: Ika Rini Puspita

Sesungguhnya allah telah meletakkan pedang di tanganku untuk berjihad di jalan-nya. maka jika aku tidak mampu untuk bersabar dalam menghadapi kesulitan-kesulitan ini dan tidak aku lakukan kewajiban dengan pedang ini, maka sangat tidak pantas bagiku untuk mendapat gelar al-ghazi yag aku sandang sekarang ini.

Lalu, bagaimana aku akan menemui allah pada hari kiamat nanti?

Sultan Muhammad II al-Fatih

Berbagai buku maupun tulisan motivasi memang jamak digunakan, terlebih untuk meraih berbagai target yang diharapkan. Tulisan motivasi dikemas dengan bahasa ringan dan mudah dimengerti, setidaknya dengan gaya yang tidak membuat kening mengerut.

Sama halnya dengan buku “Kota Roma Menanti Anda”. Membaca buku ini membuat jiwa yang tenang meronta-ronta agar segera bangkit dari tempat tidur dan melakukan perubahan. Penulis mampu mengaduk emosi pembaca dan menempatkan kita seolah menjadi pelaku dari kebangkitan Islam itu sendiri.

“Tidakada yang paling indahuntukAnda yang mengabdikandiri di jalan Allah, kecuali kata selamat. Berbahagialah. Sebab, tidaksemua orang mendapatkankebahagiaanmengabdikandirinya. Di antara sekian banyak hamba Allah, Anda termasuk orang yang terpilih melanjutkan tugas besar Nabi dan Rasul.”

Ya, tugas itu ialah dakwah. Tugas yang sama dengan yang diemban oleh para sahabat nabi, generasi setelahnya, dan terus diwariskan hingga generasi kita hari ini. Inilah misi mulia yang bahkan tidak diberikan kepada umat nabi yang lain, kecuali umat Nabi Muhammad!

Dan harus diakui, tugas itu memang berat. Sangat berat. Bahkan dalam salah satu bab buku ini, penulis memberi judul, “Tak Seorangpun yang Pernah Membawa Seperti Apa yang Dibawa Rasulullah, Melainkan Akan Dimusuhi”. Dan seolah memahami bahwa dakwah umatnya kelak senantiasa diiringi oleh rasa lelah dan lontaran fitnah, maka Rasulullah memberi harapan melalui bisyarah. Di antaranya adalah pembebasan atas Konstantinopel dan nantinya, Roma.

Bisyarah yang dipahami sebagai kabar gembira yang Allah turunkan kepada hamba-Nya ini, terus menjadi penyemangat umat Islam berabad-abad lamanya, bahkan menjadi harapan di tengah keputusasaan. Kala Rasulullah ditanya, “…kotamanakah yang akanditaklukkanterlebihdahulu, Konstantinopelatau Roma? Rasulullah pun menjawab, “Kota Heraklius ditaklukkan terlebih dahulu (maksudnya Konstantinopel)” (HR Ahmad).

Kabar gembira ini adalah sebuah tanda, bahwa dua pilar peradaban besar itu, yakni Romawi Timur (Konstantinopel) dan Romawi Barat (Roma) akan dibebaskan oleh umat Islam.

Saat itu, Konstantinopel bahkan menjadi salah satu kota terpenting dunia, dengan benteng yang sulit sekali ditembus bahkan sejak awal ia dibangun. Terletak di antara dua benua, Konstantinopel dikelilingi lautan dari tiga sisi sekaligus. Yakni Selat Bosphorus, Laut Marmara, dan Tanduk Emas (golden horn) yang dijaga oleh rantai yang sangat besar hingga menutup akses atas masuknya kapal musuh.

Saking pentingnya Konstantinopel, Napoleon Bonaparte menggambarkannya dengan kata-kata, “…kalaulah dunia ini sebuah negara, maka Konstantinopel inilah yang paling layak menjadi ibukotanya”.

Berbagai upaya penaklukan terus dipergilirkan dari generasi ke generasi, hingga sampailah kepada Muhammad II (al-Fatih). Di bawah komando sang sultan muda, kaum muslimin berhasil membuktikan bisyarah nabi melalui pembebasan kota legendaris tersebut pada 29 Mei 1453. Perjuangan panjang kaum muslimin selama 825 tahun, akhirnya terbayarkan.

“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bahwa Dia akan benar-benar memberikan kekuasaan kepada mereka di muka bumi, sebagaimana yang diberikan kepada orang-orang sebelum mereka. Dia juga berjanji akan benar-benar menguatkan untuk mereka, agama mereka yang Dia ridhai. Serta berjanji akan benar-benar mengubah ketakutan mereka menjadi kedamaian. Mereka (adalah orang-orang yang senantiasa) menyembah-Ku, tidak menyekutukan Aku dengan apapun juga. Dan siapa saja yang ingkar setelah (janji itu) maka merekalah orang-orang yang fasiq (QS. An-Nuur: 55).

Sebagaimana gambaran dari ayat tersebut, sejatinya peradaban memang Allah pergilirkan. Itulah sunnatullah. Pembebasan Konstantinopel mengantarkan umat Islam ke masa kejayaannya. Pada beberapa generasi selanjutnya, kaum muslimin pun terlena, perlahan meninggalkan syariat, dan terhinakan dalam 5 abad kemudian.

Bagaimanapun, kondisi umat Islam yang saat ini direndahkan, kelak akan kembali diistimewakan. Laksana tanah kering yang diubah menjadi basah karena hujan, pertolongan Allah itu pasti akan datang. Demikian juga perjuangan hamba-Nya, sekecil apapun tidak akan pernah Allah sia-siakan.

Layaknya Konstantinopel, terwujudnya bisyarah yang lain, baik pembebasan Roma hingga kembalinya Khilafah di atas manhaj kenabian, sebagaimana yang tercantum dalam hadits riwayat Ahmad yang menjelaskan fase umat Islam, “…Selanjutnya, akan ada kembali Khilafah yang mengikut manhaj kenabian…”, adalah sebuah keniscayaan. Adapun peradaban-peradaban lain, baik kapitalisme maupun komunisme, adalah selingan bagi bangkitnya peradaban Islam.

Maka, pilihan perjuangan itu ada di tangan kita. Apakah memilih mengambil peran melalui jalan perjuangan, atau membiarkan hilangnya kesempatan mendapat limpahan pahala dan kemuliaan karena tak ikut mengambil bagian?

Akhir kata, buku ini sangat cocok untuk menyentil apatisme jiwa dan menuntun kita mengambil bagian sampai datangnya hari kemenangan.[]

Judul Buku: Kota Roma Menanti Anda

Penulis: Muhammad Choirul Anam

Penerbit: Khilafah Press

Cetakan: 2012/ 180 halaman

Klik linktr.ee/kli.books dan tetap terhubung dengan seluruh media sosial Komunitas Literasi Islam

Share the idea

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *