Siapakah Sebenarnya Mustafa Kemal Atatürk?

Share the idea

NAMA DAN GELARNYA

Ghazi Mustafa Kemal Pasha Atatürk. Nama aslinya ialah Mustafa (hanya Mustafa), yang merupakan salah satu panggilan Nabi yang berarti “manusia pilihan”. Meski menyandang nama Mustafa, ia memiliki rasa iri dan benci yang demikian besar terhadap sosok baginda Nabi Muhammad. Sebagai pribadi yang sangat haus akan kekuasaan dan pujian, ia tidak membiarkan ada kepopuleran yang menandingi dirinya.

Dalam salah satu momen di Hotel Barak, ketika terdengar suara adzan, ia berpaling kepada orang-orang di sekitarnya, “Siapa bilang kita adalah orang-orang yang terkenal? Seperti apa popularitas kita? Coba perhatikan orang ini (Nabi Muhammad), bagaimana ia menyemarakkan nama dan membangun popularitasnya. Namanya selalu disebut-sebut secara bergantian di seluruh penjuru dunia, jika kita melihat perbedaan waktu antara satu tempat dengan lainnya. Hancurkan menara masjid itu!”

Secara akademik, Mustafa Kemal bukanlah orang bodoh. Kemal memiliki arti “kesempurnaan”. Nama tersebut bukanlah nama lahir, melainkan diberikan oleh guru matematikanya karena berhasil meraih prestasi akademik yang bagus ketika menempuh sekolah militer setingkat SMP. Ia lulus dengan gelar kehormatan dan memiliki nilai tertinggi dalam ujian akhir.

Nama Pasha merupakan gelar setingkat Jenderal Besar, sedangkan gelar Ghazi diperoleh setelah ia menjadi “pahlawan” perang Turki atas Yunani (1922), dengan meminta pemberian gelar tersebut kepada Majelis Nasional Turki serta hadiah uang sebesar 4 juta lira. Namun, hanya gelar ghazi yang dikabulkan. Dalam kejadian sebenarnya, sosok yang seharusnya menjadi pahlawan adalah Marshal Fauzi Jaqmaq, yang mencegah tentara Turki mundur dari medan perang, sehingga berhasil memenangkan pertempuran. Namun, kabar yang beredar adalah, Kemal-lah yang melakukan semuanya.

Melalui keputusan Majelis, ia memasang gelar “Atatürk” yang berarti “Founding Father Turki” yang dikuatkan melalui Undang-Undang. Di saat yang sama, didorong atas kebenciannya terhadap salah satu panggilan Nabi – Mustafa – ia menghapus nama Mustafa Kemal dan mengekalkan nama Kemal saja. 

LATAR BELAKANG KELUARGANYA

Kemal berasal dari Tesalonika (saat ini menjadi wilayah Yunani), tepatnya wilayah Rumli, sebuah wilayah yang penuh dengan pengaruh dunia luar yang buruk dan berhaluan bebas. Lingkungan masa kecilnya sangat membentuk dirinya. Ibunya bernama Zubaidah (Zubeyde Hanim), dan ayah tirinya bernama Ali Ridha Afandi (Ali Riza Efendi).

Ali Ridha bukanlah ayah kandungnya. Ia merupakan anak yang berasal dari “hubungan tanpa status”, yang menunjukkan bahwa sosok yang sangat hina ini berasal dari sebuah latar belakang yang hina pula. Hal ini semakin dikuatkan dengan penolakan keluarga ibunya atas hak waris Kemal karena ia merupakan anak hasil zina, serta sikap dari Kemal sendiri yang terang-terangan menolak Ali Ridha sebagai ayahnya. Ayah kandungnya diduga kuat merupakan ras Slavia, yang berasal dari Bulgaria, Serbia, atau Rumania.

MENGAPA KEMAL SANGAT MEMBENCI ISLAM?

Baginya, Islam merupakan sumber dari pengekangan hidup dan simbol kemunduran. Islam adalah ajaran terbelakang, sehingga satu-satunya cara untuk menuju dunia modern adalah dengan menyingkirkan Islam dari kehidupan. Di samping itu, latar belakang keluarga dan lingkungan pergaulan sangat mempengaruhi kepribadiannya. Ia membenci sosok Nabi Muhammad, hidup di lingkungan nasionalis yang membenci Khilafah, serta bergaul dengan kelompok-kelompok yang menentang pemerintahan Sultan.

MENGAPA IA MENJADI AGEN INGGRIS?

Hubungan Kemal dan Inggris layaknya simbiosis mutualisme. Sebagai sosok yang haus kekuasaan, popularitas, dan jauh dari agama, Kemal membutuhkan bantuan Inggris untuk mewujudkan ambisinya menjadi penguasa Turki. Sebaliknya, Inggris memandang bahwa Kemal merupakan sosok sempurna yang dapat dimanfaatkan untuk menghancurkan Islam dari dalam.

Hubungan antara Kemal dan Inggris juga dinampakkan dengan jelas oleh pimpinan Inggris. Lord Curzon (Negarawan Inggris) berkata, “Setelah terjadinya penaklukkan besar-besaran di wilayah Azmir, setiap orang Turki akan menentang secara utuh keberpihakan negara, dimana sekarang diwakili oleh Mustafa Kemal.”

WALAU HIDUP SEBAGAI DIKTATOR, MENGAPA BANYAK ORANG MENDUKUNGNYA?

Sesungguhnya, orang-orang di belakangnya adalah sosok penjilat yang mencari keuntungan di balik prestasi Kemal, baik melalui uang ataupun pemberian jabatan. Sebaliknya, ia menyingkirkan seluruh lawan politik dan penentangnya, seraya mengancam untuk “mencopot” jabatan lawan politiknya dan menyebarkan intelnya untuk mengikuti seluruh gerak-gerik musuhnya. Ia layaknya seorang pemimpin gengster yang memaksakan kehendaknya dengan setiap kebijakannya yang tidak boleh dipertanyakan.

Orang-orang di sekitarnya menuruti keinginannya demi mengekalkan jabatannya. Sebagai contoh, ketika istri Ishmet Inunu (menjadi mantan Perdana Menteri Turki serta Presiden Turki kedua menggantikan Mustafa Kemal) dilecehkan di hadapannya oleh Mustafa Kemal, Ishmet diam seribu bahasa.

Pun kejahatannya dilakukan dengan rahasia dan tanpa menyisakan bukti, sehingga identifikasi sulit dilakukan. Sebagai contoh, Kemal memerintahkan Thubal Utsman agar mencekik Ali Syukri karena telah menentangnya secara terbuka di dalam Dewan. Jasad Ali Syukri kemudian dibuang di sebuah jalan sempit di Ankara. Pembunuhan ini diatur dari jarak jauh melalui telepon dari Janqaya oleh orang yang sangat jahat, yaitu Ali Kalij.

BAGAIMANA KEPRIBADIANNYA?

Selain kepemimpinan diktatornya, Kemal sudah terkenal sebagai pecandu wanita, minuman beralkohol, dan hura-hura. Jika orang-orang menyembunyikan aib dan perbuatan maksiatnya, ia justru menunjukkan hal tersebut di hadapan umum. Menurutnya, menyembunyikan perbuatan maksiat adalah sebuah penghinaan.

Kemal sangat terinspirasi dengan filosofi, “Orang yang berbahagia dalam hidup adalah siapa yang dapat menempatkan waktu bersenang-senang di samping berbagai peristiwa menyakitkan yang terdapat dalam kehidupan ini.”

MENGAPA IA DISEBUT SEBAGAI PAHLAWAN?

Sosoknya disebut-sebut sebagai pahlawan penyelamat Turki. Ia menjadi pahlawan kemenangan dalam beberapa pertempuran (yang tentu saja hasil rekayasa dengan Inggris), berhasil menghancurkan imperium Eropa di Lausanne (kelak mendorong perjanjian damai yang disebut perjanjian Lausanne), dan memoderinasi Turki menjadi bangsa merdeka dan bebas.

Padahal, ia adalah sosok pengecut dan penuh pencitraan. Dalam peristiwa Gallipoli, disebut bahwa Kemal (yang saat itu berpangkat Letnan Kolonel dan ditunjuk sebagai Komandan Divisi) adalah pahlawan yang berhasil memenangkan Turki atas peristiwa tersebut. Akibat peristiwa ini, ia diangkat menjadi Pasha, sehingga pengaruhnya semakin meluas. Padahal, tentara musuh sendiri lah yang mundur meninggalkan peperangan.

Ketika Mustafa Kemal kemudian diasingkan dari ibukota dan dari intrik politiknya dengan ditugaskan sebagai pemimpin militer di wilayah Sofia, ia memberikan pengakuan palsu kepada orang-orang terdekatnya demi menjaga citranya. Salah satunya adalah Madam Korneh, kekasihnya yang berada di Istanbul, dengan menyebutkan, “Janganlah engkau merasa heran apabila tidak mendengar namaku disebut-sebut. Sesungguhnya akulah pahlawan perang yang terbesar. Aku lebih memilih untuk membiarkan kebanggaan ini menjadi milik Tentara Nasional Turki. Tentu engkau tidak meragukan bahwa yang mengatur strategi pertempuran itu adalah aku, kekasihmu. Demikian juga yang mengobarkan semangat pertempuran kepada tentara Turki adalah aku.”

Kisahnya selalu mahsyur, populer, dan tanpa cacat. Hal ini disebabkan terdapatnya Undang-Undang yang mempertahankan wibawa Kemal dari segala bentuk kritik dan hujatan, yang disebut dengan “Undang-Undang Atatürk”. Siapa saja yang berani mengkritiknya dengan ucapan maupun tulisan, akan mendapatkan sanksi berat, berupa hukuman penjara, diusir dari Turki, bahkan hukuman mati. Pencitraan yang ia lakukan pun berhasil mengecoh jutaan rakyat Turki dan dunia, bahkan hingga hari ini.

PENYAKIT DAN KEMATIAN YANG MENGENASKAN

Jasad Mustafa Kemal

Ia meninggal dunia karena penyakit gagal hati (sirosis) yang disebabkan kebiasaan minum minuman keras selama lebih dari 20 tahun. Ketahanan fisik dan daya ingatnya mulai melemah, disusul dengan penyakit gatal dan darah yang sering keluar dari hidungnya. Perutnya mengembung dan membesar, penuh dengan cairan. Selain itu, kedua telapak kakinya mengelami pembengkakan.

Kecanduan dengan seks juga membuatnya melakukan perbuatan homoseksual. Hal ini pernah disaksikan oleh istrinya, Lathifah Hanim (Latife Hanim) dan Isma’il (saudara kandung Lathifah Hanim). Akibat perbuatan laknat ini, ia menderita penyakit sipilis (Raja Singa) dan gonorea (kencing nanah).

Saat pingsan terakhir menjelang kematiannya, para dokter melepas gigi palsunya, sehingga ketika nyawanya lepas, mulutnya menjadi lebih lebar karena tidak ada gigi. Ketika meninggal dunia, berat tubuhnya layaknya kerangka, hanya 48 kg. Ia meninggal setelah seluruh cairan dalam tubuhnya habis, sehingga tinggal kulit yang membalut tulang.

APAKAH MUSTAFA KEMAL MEMILIKI KETURUNAN?

Mustafa Kemal tidak lagi memiliki hubungan kekeluargaan di usia senjanya. Allah menakdirkannya sebagai sosok yang mandul. Karena tidak memiliki keturunan, ia mengangkat anak dari kalangan perempuan-perempuan cantik dan tidak pernah diangkat dari kalangan laki-laki. []

Sumber:

Dhabith Tarki Sabiq. 2008. Kamal Attaturk: Pengusung Sekulerisme dan Penghancur Khilafah Islamiah. Senayan Publishing: Jakarta.

Maryam Jameelah. 2003. Para Pengkhianat. Pustaka Thariqul Izzah: Bogor.

Share the idea

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *